PUPUS
Bulan terang
Menerangi kegelapan
Sunyi, sepi, terlihat
malang
Menemani kegundahan
Bumi terus berputar
Hati terasa hambar
Melihat kekasih yang pudar
Kembali badan terkapar
Gairah hilang
Badan tinggal tulang
Tidak ada terang
Yang ada hanya petang
Berkas-berkaspun berhamburan
Serasa hati bertabur kebencian
Melihat kau bersamaan
Dengan seorang bujangan
By:
Nuri prodi Sasing trunojoyo madura

0 komentar:
Posting Komentar